Kamis, 20 Januari 2011

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR GURU PROFESIONAL

MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR
1. Metode Seminar
Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh
beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas / mengupas
masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka mencari jalan
memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya.
Kelebihan metode seminar
1. Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah
yang diseminarkan
2. Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya
3. Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah
4. Terpupuknya kerja sama antar peserta
5. Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat
Keleemahan Metode Seminar
1. Memerlukan waktu yang lama
2. Peserta menjadi kurang aktif
3. Membutuhkan penataan ruang tersendiri
( Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo.1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV
Saudara.Halaman 76-79 )
1. Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran
dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas
tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam
memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.
Kelebihan metode kerja kelompok
1. Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka
2. Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa
3. Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan
ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah
4. Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan
berdiskusi
Kelemahan metode kerja kelompok
1. Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab
mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang
2. Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau
untuk bekerja sendiri-sendiri
3. Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya
guna mengajar yang berbeda pula
( Drs. Roestiyah NK. 1991.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta )
Kerjakelompok kelompok itu ada dua macam
1. Kerja kelompok jangka pendek
Kelompok ini dapat dilaksanakan dalam kelas dalam waktu yang singkat kurang
lebih 20 menit.
1. Kerja kelompok jangka menengah
Dilaksanakan dalam beberapa hari karena adanya tugas yang cukup memakan
waktu yang agak panjang.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak
siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar
observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja
agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang
ada dalam masyarakat.
Kelebihan metode kerja lapangan
1. Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga
memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja
2. Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan
maupun kekurangannya
Kelemahaan metode kerja lapangan
1. Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam
dan penguasaan pengetahuan yang terbatas
2. Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari
sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
3. Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta )
1. Metode Sumbang Saran
Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan mengutarakan
suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa memjawab mengemukakan
pendapat /jawaban dan komentar seshingga masalah tersebut berkembang menjadi
masalah baru.
Kelebihan metode sumbang saran
1. Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh
2. Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya
3. Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis
4. Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah
uang diberikan oleh guru
5. Terjadi persaingan yang sehat
6. Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran
7. Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari
guru
Kelemahan metode sumbang saran
1. Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik
2. Anak yang kurang selalu ketinggalan
3. Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai
4. Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta )
1. Metode Unit Teaching
Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan
kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai
belajar secara unit.
Kelebihan metode unit teaching
1. Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
2. Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat
3. Suasana kelas lebih demokratis
Kelemahan metode unit teaching
1. Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan
2. Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa
3. Perencanaan unit yang tidak mudah
4. Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang
belum tentu dapat dijadikan unit
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta )
1. Metode Penemuan (Discovery)
Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa mampu
mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund)
Kelebihan metode penemuan
1. Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
2. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan
maju sesuai dengan kampuan masing-masing
3. Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan
serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa
4. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau
individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut
Kelemahan metode penemuan
1. Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses
pengertian saja
2. Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif
3. Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
4. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
5. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran
tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta)
( Martinis Yamin. 2003. Metode pembelajaran Yang Berhasil. Jakarta : Sasama
Mitra Sukses)
(http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metodepembelajaran.
html)
1. Metode Eksperimen
Metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian pelajaran ,dimana
siswa melakukan percobaan dengan menglami dan membuktikan sendiri
sesuatuyang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode percobaan
ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri,
mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan, dan
menarikkesimpulan sendiri suatu obyek, keadaan, atau proses sesuatu. Dengan
demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau
mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan atau proses
yang dialaminya itu.
Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
1. Kelebihan metode eksperimen
2. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan
percobaan.
3. Dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan
penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
4. Hasil-hasil percobaanyang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat
manusia.
5. Kekurangan metode eksperimen
6. Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi.
7. Metode ini memerlukan berbagaifasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu
mudah diperoleh dan mahal.
8. Metode ini menuntut ketelitian,keuletan dan ketabahan.
9. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasilyang diharapkan karena mungkin
ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau
pengendalian.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman95-96)
Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang
siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil
pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.
1. Kelebihan metode eksperimen
2. Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah
3. Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori
4. Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga
menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat
percobaan
5. Kelemahan metode eksperimen
6. Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu
memanage siswanya
7. Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
Metode eksperimen adalah suatu metode yang dilakukan dalam suatu
pelajaran tertentu terutama yang bersifat objektif, seperti ilmu pengetahuan alam,
baik dilakukan di dalam/di luar kelas maupun dalam suatu laboratorum
tertentuMetode pemahaman dan penalaran.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Sosiodrama dan Bermain Peran
Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode mengajar
dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak gerik
wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia
Kelebihan metode sosiodrama dan bermain peran
1. Siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran
2. Karena mereka bermain peran sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah
sosial tersebut
3. Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain, maka ia dapat menempatkan
diri seperti watak orang lain itu
4. Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling
perhatian
Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peran
1. Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan teknik ini untuk sesuatu
unit pelajaran, maka sosiodrama tidak akan berhasil
2. Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan norma-norma kaidah sosial,
adat istiadar, kebiasaan, dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan
sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang
3. Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini, maka akan
mangacaukan berlangsungnya sosiodrama
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka
Cipta)
Metode sosiodrama dan roleplaying dapat dikatakan sama artinya, dan dalam
pemakaiannya sering disilihgantikan. Sosiodrama pada dasarnya
mendramatisasikan tngkah laku dalam hubungannya dengan masalah social.
Tujuanyang diharapkan dengan penggunaan metode sosiodrama antara lain
adalah:
1. Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain .
2. Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab
3. Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara
spontan.
4. Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah.
Metode sosiodrama adalah suatu cara mengajar dengan cara pementasan
semacam drama atau sandiwara yang diperankan oleh sejumlah siswa dan dengan
menggunakan naskah yang telah disiapkan terlebih dahulu.
Tujuan metode ini adalah
1. Melatih keterapilan social
2. Menghilangkan perasaan-perasaan malu dan renda diri
3. Mendidik dan mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat
4. Membiasakan diri untuk sanggup menerima pendapat orang lain
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Kasus
Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan
memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus
tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar.
Kelebihan metode kasus
1. Siwa dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran
yang nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat
mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya
2. Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu
mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk
pengamatan dan pencarian jalan keluar itu
3. Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus
tersebut
4. Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan
berkomunikasi secara lisan maupun tulisan
Kelemahan metode kasus
1. Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui
dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa
2. Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi
3. Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan
meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda
tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering
disertai dengan penjelasan lisan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan
siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga
membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati
dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.
1. Kelebihan metode demonstrasi
2. Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga
menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat).
3. Siswa lebih mudah memahami apayang dipelajari.
4. Proses pengajaran lebih menarik
5. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan
kenyataan,dan mencoba melakukannya sendiri.
6. Kekurangan metode demonstrasi
7. Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang
dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
8. Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia
dengan baik.
9. Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping
memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil
waktuatau jam pelajaran lain.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta)
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar dimana seorang instruktur atau
tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses.
1. Kelebihan metode demonstrasi
2. Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan
3. Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi
melalui pengamatan dan contoh yang konkrit
4. Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar
5. Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung
6. Kelemahan metode demonstrasi
7. Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan
demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa
8. Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputusputus
atau berjalan tergesa-gesa
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan
barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesutau kegiatan, baik secara
langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan
pokok bahasan yang sedang disajikan.
Tujuan metode ini adalah memperjelas pengertian konsep atau suatu teori.
Diantara keuntungan metode ini adalah
a. Perhatian anak dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap penting dapat
diamati secara tajam
b. Proses belajar anak akan semakin terarah karena perhatiannya akan lebih terpusat
kepada apa yang didemonstrasikan
c. Apabila anak terlibat aktif, maka mereka akan memperoleh pengalaman atau
pengetahuan yang melekat pada jiwanya dan ini berguna dalam pengembangan
kecakapannya.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Inquiry
Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru
membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa
kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus
dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya
didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian
didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan
terakhir.
1. Kelebihan metode inquiry
2. Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif,
jujur, dan terbuka
3. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang
4. Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa
5. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang
baru
6. Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
7. Kelemahan metode inquiry
8. Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir
memperoleh pengertian tentang konsep
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka
Cipta)
Menurut Mulyasa (2003: 234)
Metode inquiry adalah metode yang mempu menggiring peserta didik
untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan
peserta didik sebagai subjek belajar yang aktif.
http://one.indoskripsi.com/node/2091
1. Metode Microteaching
Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi
guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat
dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa
dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.
1. Kelebihan metode microteaching
2. Microteaching merupakan pengalaman laboratoris
3. Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan praktek keguruan
4. Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas
5. Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan
evaluasi yang mantap, teliti, dan obyektif
6. Dengan adanya feed back dalam microteaching yang beruupa knowledge of
resulte dapat diberikan langsung secara mendalam
7. Diharapkan mahasiswa mempunyai bekal yang lebih kuat, luas, dan mendalam
8. Kelemahan metode microteaching
9. Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan mengajar dan bila
tidak diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh
10. Pengertian microteaching disalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada
ketrampilan guru sebagai pengantar saja, bukan guru dalam arti luas
11. Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak, peralatan mahal, dan
tenaga ahli dalam bidang teknis maupun dalam bidang pendidikan pengajaran
pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya
12. Menuntut perencanaan, pengetahuan, dan pelaksanaan yang cermat, mendetail,
logis, dan sistematis
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strtegi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1. Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah
laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar
orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan
berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain.
1. Kelebihan metode simulasi
2. Dapat menyenangkan siswa
3. Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa
4. Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
5. Mengurangi hal-hal yang verbalistik
6. Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
7. Kelemahan metode simulasi
8. Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
9. Terlalu mahal biayanya
10. Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemenelemen
penting
11. Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
12. Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1. Metode Problem Solving
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya
sekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab
dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai
dengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan. Penggunaan metode ini
dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari
siswa sesuai dengan taraf kemampuannya.
2. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah
tersebut. Misalnya, dengan membaca buku-buku, menliti, bertanya, berdiskusi dan
lain-lain.
3. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dugaan jawaban ini tentu
saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh, pada langkah kedua diatas.
4. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini siswa harus
berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban
tersebut betul-betu cocok. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama
sekali tidak sesuai. Untuk mengujikebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan
metode-metode lainnya seperti demonstrasi,tugas, diskusi, dnlain-lain.
5. Menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpilan terakhir
tentang jawaban dari masalah tadi.
Catatan :metode prolem solving akan melibatkan banyak kegiatan sendiri dengan
bimbingan dari pengajar.
1. Kelebihan metode problem solving
2. Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan
kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
3. Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para
siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, apabila menghadapi
permasalahan didalam kehidupan dalam keluarga, bermasyarakat, dan bekerja
kelak, suatu kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia.
4. Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berpikir siswa secara kreatif
dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan
mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencari
permasalahannya.
5. Kekurangan metode problem solving
6. Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat
berpikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman
yang telah dimiliki siswa, sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
Sering orang beranggapan keliru bahwa metode pemecahan masalah hanya cocok
untuk SLTP, SLTA, dan PT saja. Padahal, untuk siswa SD sederajat juga bisa
dilakukan dengan tingkat kesulitan permasalahan yang sesuai dengan taraf
kemampuan berpikir anak.
7. Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan
waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
8. Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima
informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan
permasalahan sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan berbagai
sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman 103-105)
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan
menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh
siswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba
mengeluarkan pendapatnya.
1. Kelebihan metode problem solving
2. Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan
pendapatnya sehingga para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan
menumbuhkan rasa percaya diri
3. Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain
4. Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya
5. Kelemahan metode problem solving
6. Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan
materi sering diabaikan
7. Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat
secara lisan
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1. Metode Karya Wisata
Karya wisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajar
siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk
mempelajari/menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel
mobil, toko serba ada, sutu peternakan atau perkebunan, museum, dan sebagainya.
Banyak istilah yang digunakan tetapi maksudny sama dengan karya wisata, seperti
widyawisata, study-tour, dan sebagainya.
1. Kelebihan metode karya wisata
2. Karya wisata mempunyai prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan
lingkungan nyata dalam pengajaran.
3. Membuat apa yang dipelajari disekolah lebih relevan dengan kenyataan dan
kebutuhan di masyarakat.
4. Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreatifitas siswa.
5. Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
1. Kekurangan metode karya wisata
2. Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang dipergunakan sulit untuk disediakan oleh
siswa atau sekolah.
1. Sangat memerlukan persiapan atau perencanaan yang matang
2. Memrlukan koordinasi dengan guru serta bidang studi lain agar tak terjadi
tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karyawisata.
3. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi lebih prioritas dari pada tujuan
utama, sedang unsur studinya menjadi terabaikan.
4. Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka
kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman 105-107)
Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang dilaksanakan dengan
mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek tertentu diluar sekolah untuk
mempelajari atau menyelidiki sesuatu.
1. Kelebihan metode karya wisata
2. Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para
petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung
3. Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan
menghayatinya secara langsung
4. Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk
memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi
5. Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang
terintegrasi
6. Kelemahan metode karya wisata
7. Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan
transport yang mahal dan biaya yang mahal
8. Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah
9. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan
dari sekolah
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta ; Rineka Cipta)
Metode karya wisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan
mengajak siswa ke suatu tempat atau objek yang bersejarah atau memiliki nilai
pengetahuan untuk mempelajari dan menelilti sesuatu.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Latihan /Drill
Metode latihan disebut juga metode training, merupakan suatu cara
mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga
sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu,
metode ini dapat juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan,
kesempatan, dan keterampilan.
1. Kelebihan metode latihan
2. Untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, katakata
atau kalimat, membuat alat-alat, menggunakan alat-alat (mesin permainan
dan atletik), dan terampil menggunakan peralatan olah raga.
3. Untuk memperoleh kecakapan mentalseperti dalam perkalian, menjumlah,
pengurangan, pembagian, tanda-tanda(simbol), dan sebagainya.
4. Untuk memperoleh kecakapan dalambentuk asosiasi yang dibuat, seperti
hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan simbol, membaca peta, dan
sebagainya.
5. Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan
pelaksanaan.
6. Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi
dalampelaksanaannya.
7. Pembentukan kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks,
rumit, menjadi lebih otomatis.
8. Kelemahan metode latihan
9. Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada
penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
10. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
11. Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal
yang monoton, mudah membosankan.
12. Membentukkebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis
13. Dapat menimbulkan verbalisme.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman108-109)
Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan
latihan agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa
yang telah dipelajari.
1. Kelebihan metode pelatihan
2. Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah
dipelajari
3. Seorang siswa benar-benar memehami apa yang disampaikan
4. Kelemahan metode pelatihan
5. Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga
menghambat bakat dan inisiatif siswa
6. Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan
penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
Metode latihan/drill adalah suatu cara mengajar yang digunakan dengan cara
memberikan latihan yang diberikan guru kepada murid agar pengetahuan dan
kecakapan terentu dapat menjadi atau dikuasi oleh anak.
Tujuan dari metode ini adalah
1. Memberikan umpan balik (feedback) kepada guru untuk memperbaiki proses
belajar mengajar
2. Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajr masing-masing anak didik
3. Menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajra yang tepat.
4. Anak dapat mempergunakan daya berfikirnya semakin baik
5. Pengetahuan anak didik agar semakin bertambah dari berbagai segi.
Pemeriksaan latihan atau ulangan dapat dilakukan dengan cara
1. Secara klasikal
2. Secara individu
3. Pencocokan dengan kunci jawaban yang telah disediakan sebelumnya
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Dialog
Metode dialog merupakan salah satu teknik metode pengajaran untuk
memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya untuk bertanya selama
pendengaran guru yang menyungguhkan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa
menjawab
1. Kelebihan metode dialog
2. Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta
mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan
pengalaman, sehingga pengetahuannya menjadi fungsional
3. Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan
tepat
4. Kelemahan metode dialog
5. Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang
pandai menggutarakan pendapat secara lisan
6. Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan
habis untuk berdebat mempertahankan pendapat
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1. Metode Mengajar Non Directive
Metode mengajar non direktive merupakan salah satu metode mengajar dimana
siswa melakukan observasi mereka sendiri mampu melakukan analisis mereka
sendiri dan mampu berfikir sendiri.
1. Kelebihan metode non direktive
2. Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa sehingga
obyek belajar berkembang sesuai yang diharapkan
3. Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif berfikir dan
menguasahi pengertian yang baik
1. Kelemahan metode non direktive
2. Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan cara berfikir siswa
berbeda
3. Seorang guru setiap saat harus mengoreksi cara berfikir siswa agar tidak keliru
dalam memahami suatu hal
(Nana Sujana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka
Cipta)
1. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk
pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru ke siswa, tetapi dapat pula dari
siswa ke guru.
Metode tanya jawab adalah yang tertua dan banyak digunakan dalam
proses pendidikan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun disekolah.
1. Kelebihan metode tanya jawab
2. Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu
siswa sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya.
3. Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya
ingatan.
4. Mengmbangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan
mengemukakan pendapat.
5. Kekurangan metode tanya jawab
6. Siswa merasa takut, apalagi guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani,
dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab.
7. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah
dipahami siswa.
8. Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab
pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
9. Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan
pertanyaan kepada setiap siswa.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman 107-108)
Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai
tujuan pengajaran.
1. Kelebihan metode tanya jawab
2. Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan
3. Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk
menyemangatkan pelajar
4. Kelemahan metode tanya jawab
5. Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja
6. Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai
(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga :
CV.Saudara. Halaman 18-20)
1. Metode Katekesmus
Metode katekesmus merupakan suatu cara menyajikan bahan pelajaran
dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah ditentukan.
1. Kelebihan metode katekesmus
2. Keseragamaan dan kemurnian pengetahuan akan terjamin
3. Memudahkan cara mengajar guru karena pelajaran telah tertulis dalam buku
4. Kelemahan metode katekesmus
5. Daya jiwa yang dikembangkan hanya ingatan atas jawaban tertentu saja
6. Kurang memberi rangsangan pada siswa karena bahan sudah tersedia baik pada
guru maupun siswa
7. Inisiatif para siswa terkekang
(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.
Saudara. Halaman 20-23)
1. Metode Prileksi
Metode prileksi merupakan suatu cara menyajikan pelajaran dengan
menggunakan bahasa lisan, menyuruh para pelajar mendiskusikan, menganalisa,
membanding-bandingkan dan akhirnya menarik kesimpulan dari apa yang
disajikan untuk mencapai tujuan pengajaran.
1. Kelebihan metode prileksi
2. Pelajar dan guru sama-sama aktif
3. Menimbulkan kompetisi yang sehat antar siswa
4. Kelemahan metode prileksi
5. Banyak waktu yang digunakan
6. Kecekatan dan pengetahuan banyak dituntut dari guru dan siswa
(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.
Saudara. Halaman 32-35)
1. Metode Proyek
Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak
dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan
sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
Penggunaan metode ini bertolak dari anggapan bahwa pemecahan masalah
tidak akan tuntas bila tidak ditinjau dari berbagai segi. Dengan perkataan lain,
pemecahan setiap masalah perlu melibatkan bukan hanya satumata pelajaran atau
bidang studi saja, melainkan hendaknya melibatkan berbagai mata pelajaran yang
ada kaitannya dan sumbangannya bagi pemecahan masalah tersebut, sehingga
setiap masalah dapat dipecahkan secara keseluruhan yang berarti. Dalam
penggunaannya metode proyek memiliki kelebihan dan kekurangan.
1. Kelebihannya
2. Dapat memperluas pemikiran siswa yang berguna dalam menghadapi masalah
kehidupan.
3. Dapat membina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap, dan
keterampilan dalam kehidupan sehari-hari
4. Metode ini sesuai dengan prinsip-prinsip didaktik modern yang dalam pengajaran
perlu diperhatikan:
5. Kemampuan individual siswa dan kerja sama dalamkelompok.
6. Bahan pelajaran tak terlepas darikehidupan real sehari-hari yang penuh dengan
masalah.
7. Pengembangan aktivitas, kreativitas dan pengalaman siswa banyak dilakukan.
8. Agar teori dan praktek,sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan
yang tak terpisahkan.
9. Kekurangannya
10. Kurikulum diindonesia saat ini baik secara vertikal maupun horizontal, belum
menunjang pelaksanaan metode ini.
11. Pemilihan topik unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa,cukup fasilitas dan
sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah pekerjaan yang mudah.
12. Bahan pelajaran sering menjadi luar sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang
dibahas.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman 94-95)
Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran yaitu pelajar
dihadapkan kepada hal tertentu untuk mempelajari dalam rangka mewujudkan
tujuan belajar.
1. Kelebihan metode proyek
2. Pelajar menjadi aktif
3. Terbentuk pribadi yang bulat dan harmonis
4. Kekurangan metode proyek
5. Menghabiskan banyak waktu
6. Harus ada persiapan yang mantap
(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga :
CV.Saudara. Halaman 47-50)
1. Metode Penyajian Sistem Regu (Team Work)
Metode penyajian sistem regu merupakan metode penyajian dengan
seorang guru yang dibantu tenaga teknis atau team guru dalam menjelaskan suatu
persoalan atau obyek belajar. Sistem beregu ditangani lebih dari dua orang guru.
1. Kelebihan metode penyajian sistem regu
2. Interaksi belajar mengajar akan lebih lancar
3. Siswa memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam karena diberikan oleh
beberapa guru
4. Guru lebih ringan tugas mengajarnya sehingga cukup waktu untuk menyiapkan
diri dalam membuat perencanaan
5. Kelemahan metode penyajian sistem regu
6. Bila seorang guru yang tidak mendapatkan giliran mengajar tidak memanfaatkan
waktu untuk belajar lebih lanjut atau membuat perencanaan lebih matang
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1. Metode Mengajar Berprogama
Metode mengajar berprogama adalah cara menyajikan bahan pelajaran
dengan menggunakan alat tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran.
1. Kelebihan metode berprogama
2. Pelajar menjadi aktif karena ikut memperagakan alat tersebut
3. Pelajar akan cepat mengetahui hasil dan kelemahannya
4. Kelemahan metode berprogama
5. Suka menyusun programa dari setiap mata pelajaran
6. Memproduksi alat-alat pengajar membutuhkan biaya dan tenaga yang mahal dan
banyak
7. Teaching machine itu tidak dapat merasakan apa yang dirasakan pelajar
(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.
Saudara. Halaman 84-86)
1. Metode Musyawarah
Metode musyawarah adalah cara menyajikan bahan pelajaran melalui
perundingan untuk mencapai musyawarah bersama.
1. Kelebihan metode musyawarah
2. Memperluas dan memperdalam pengetahuan pelajar tentang pokok yang telah
dimusyawarahkan
3. Memupuk dan membina kerjasama serta toleransi
4. Dapat terintegrasi mata pelajaran-mata pelajaran
5. Mudah dilaksanakan
6. Baik diigunakan untuk saling bertukar pikiran
7. Kelemahan metode musyawarah
8. Memakan waktu yang banyak
9. Sukar dilaksanakan untuk pelajar yang masih duduk dikelas rendah sekolah dasar,
karena mereka belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak
10. Hasil musyawarah belum tentu benar
(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.
Saudara. Halaman 74-76)
1. . Metode diskusi ( Discussion method )
Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah
metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah
(problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok
(group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).
a. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
1. Mendorong siswa berpikir kritis.
2. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
3. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah
bersama.
1. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk
memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
b. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
1. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
2. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan
pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun
berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri
Djamarah,2000)
c. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
1. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
2. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
3. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
4. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri
jamarah, 2000)
Sedangkan menurut buku (Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan
Zain.1997.Strategi belajar mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman 99-100)
Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswa
dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan
yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
Teknik diskusi adalah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh
seorang guru di sekolah. Di dalam diskusi ini proses belajar mengajar terjadi,
dimana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar
pengalaman,informasi,memecahkan masalah, dapat juga semuanya aktif,tidakada
yang pasif sebagai pendengar saja.
1. Kebaikan metode diskusi
2. Merangsang kreatifitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan-prakarsa, dan
terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah.
3. Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain.
4. Memperluas wawasan
5. Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu
masalah.
1. Kekurangan metode diskusi
2. Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
3. Tidak dapat dipakai dikelompok yang besar.
4. Peserta mendapat informasi yang terbatas.
5. Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan
diri.
Dan menurut sutisna dalam blognya (http://sutisna.com/pendidikan/strategibelajar-
mengajar/macam-macam-metode-mengajar/)
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan
masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing
mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
Tujuan metode ini adalah
a. Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan
pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya.
b. Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas
pertimbangan yang saksama
Macam-macam diskusi antara lain:
a. Diskusi informal
b. Diskusi formal
c. Diskusi panel
d. Diskusi simpusium
1. Metode Tugas dan Resitasi
Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan di mana guru
memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalah tugas
yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan didalam kelas, dihalaman sekolah,
di laboratorium, di perpustakaan, di bengkel, di rumah siswa atau dimana saja asal
tugasitu dapat dikerjakan.
Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak
sementara waktu sedikit. Artinya, banyak bahan yang tersedia dengan waktu
kurang seimbang. Agar bahan pelajaran selesai sesuai dengan waktu yang
ditentukan, maka metode inilah yang biasanya guru gunakan untuk mengatasinya.
Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah(PR), tetapi jauh lebih
luas dari itu. Tugas biasanya bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di
perpustakaan, dan di tempat lainnya. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk
aktif belajar, baiksecara individual maupun secara kelompok. Karena itu tugas
dapat diberikan secara individual atau dapat pula secara kelompok.
Tugas yang diberikan kepada anak didik ada berbagai jenis. Karena itu, tugas
sangat banyak macamnya, bergantung pada tujuan yang akan dicapai; tugas seperti
meneliti, tugas menyusun laporan (lisan/tulisan), tugas motorik (pekerjaan
motorik), tugas dilaboratorium, dan lain-lain.
Ada langkah-langkah yang harus diikuti dalam penggunaan metode tugas atau
resitasi, yaitu:
1. Fase Pemberian Tugas
Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:
1. Tujuan yang akan dicapai
2. Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan
tersebut.
3. Sesuai dengan kemampuan siswa
4. Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa.
5. Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
1. Langkah pelaksanaan tugas
2. Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru.
3. Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
4. Diusahakan/dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain.
5. Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan
sistematik.
6. Fase Mempertanggungjawabkan Tugas
Hal yang harus dikerjakan pada fase ini:
1. Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakannya.
2. Ada tanya jawab atau diskusi kelas.
3. Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun non tes atau cara lainnya.
Fase mempertanggungjawabkan tugas inilah yang disebut “resitasi”.
1. Kelebihannya
2. Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun
kelompok.
3. Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru.
4. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
5. Dapat mengembangkan kreativitas siswa.
1. Kekurangannya
2. Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain.
3. Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan
menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak
berpartisipasi dengan baik.
4. Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.
5. Sering memberikan tugas yang monoton (tak bervariasi) dapat menimbulkan
kebosanan siswa.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipta.halaman 96-99)
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional,
karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan
antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar. Meski metode ini
lebih banyak menuntut keaktifan guru daripada anak didik, tetapi metode ini tetap
tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kegiatan pengajaran. Apalagi dalam
pendidikan dan pengajaran tradisional, seperti di pedesaan, yang kekurangan
fasilitas.
Cara mengajar dengan cara ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik
kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan
keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah
secara lisan.
Dengan demikian ,dapat dipahami bahwa metode ceramah adalah cara
penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan
secara langsung terhadap siswa.
1. Kelebihan metode ceramah
2. Guru mudah menguasai kelas
3. Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
4. Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
5. Mudah memprsiapkan dan melaksanakannya
6. Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik
1. Kekurangan metode ceramah
2. Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
3. Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) lebih besar menerimanya
4. Bila selalu digunakan dan terlalu lama,membosankan
5. Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya,ini
sukar sekali
6. Menybabkan siswa menjadi pasif.
(Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs.Aswan Zain.1997.Strategi belajar
mengajar.Jakarta :Rineka Cipt
Metode Ceramah (Preaching Method) menurut martiningsih
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan
informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada
umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat
dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk
menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur
atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik
yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
(http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metodepembelajaran.
html)
1. Metode Tulisan
Metode tulisan adalah metode mendidik dengan cara penyajian huruf atau
symbol apapun yang bertujuan untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya
tidak diketahui.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Kelebihan :
2. Lebih penekanan pada pemberian sebuah pengetahuan yang dituliskan dalam
bentuk huruf jadi memudahkan siswa untuk memahami bacaaan lebih baik.
3. Kelemahan :
4. Siswa akan cenderung hanya memperhatikan tulisan yang tertera tanpa ada suatu
interaksi yang efektif dalam pembelajaran
1. Metode Pemberian Ampunan dan Bimbingan
Adalah Metode mengajar dengan cara memberikan kesempatan kepada
anak didik memperbaiki tingkah lakunya dan mengembangkan dirinya.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Kelebihan :
2. Metode ini mempermudah siswa untuk memperbaiki tingkah lakunya sehingga
akan memberi kesempatan siswa untuk berubah jadi lebih baik lagi Dan
mengembangkan dirinya
3. Kelemahan :
4. Bila kejadian ini sering terjadi maka akan terjadi hal yang mungkin akan membuat
siswa lebih manja atau malah keenakan, tetap harus ada sangsi tegas bila siswa
melakukan kesahalan apalagi kalau itu sampai terus berulang.
1. Metode praktek
Adalah metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik
menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan kejelasan
dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Kelebihan :
2. Akan memperjelas apa yang dijelaskan guru kepada murid karena apa yang sedang
diajarkan benda nya ada langsung dan dipraktekan
1. Metode Peringatan dan Pemberian Motivasi
Metode mendidik dengan cara memberikan peringatan kepada anak
tentang sesuatu dan memberikan motivasi agar memiliki semangat dan keinginan
untuk belajar dan mempelajari sesuatu.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Suri Tauladan
Adalah metode mengajar dengan cara memberikan contoh dalam ucapan,
perbuatan, atau tingkah laku yang baik dengan harapan menumbuhkan hasrat bagi
anak didik untuk meniru atau mengikutinya.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Meode Perumpamaan
Adalah Suatu metode yang digunakan untuk mengungkapkan suatu sifat
dan hakikat dari realitas sesuatu atau dengan cara menggambarkan seseuatu
dengan seseuatu yang lain yang serupa.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Kisah atau Cerita
Merupakan suatu cara mengajar dengan cara meredaksikan kisah untuk
menyampaikan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
(http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
1. Metode Global (Ganze Method)
yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan
materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari
dari materi tersebut.
(http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metodepembelajaran.
html)
1. Metode Bagian (Teileren Method)
yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,
misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu
saja berkaitan dengan masalahnya.
(http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metodepembelajaran.
html)
1. Metode Mengajar Sesama Teman(Perr Teaching Method)
Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu
oleh temannya sendiri.
(http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metodepembelajaran.
html)
1. Metode Mengajar Beregu (Team Teaching Method)
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana
pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.
Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,
setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap
siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
(http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metodepembelajaran.
html)
1. Fox Fire
Fox Fire adalah metode mengajar yang mengasikan, menyenangkan, dan
menghasilkan.
http://www.suparlan.com/pages/posts/metode-metode-mengajar-berdasarkanklasifikasi-
empat-model-pelaksanaan-pembelajaran107.php
1. Metode Studi Kasus
Dalam metode ini aktivitas yang dapat memecahkan masalah. Murid dapat
merencanakan, menjalankan dan mengevaluasi segala yang telah dijalankan. Guru
dapat menolong dengan memberikan nasehat atau mencoba menstimulasi
beberapa ide dengan mendiskusikannya bersama-sama.
a. Keuntungan metode ini:
1. Anak dapat mengetahui sesuatu dengan pengamatan yang nyata.
2. Anak dapat mengembangkan daya pikirnya secara sistematis dan logis.
3. Anak mampu mengambil keputusan yang tepat setelah mengamati dan
memikirkan jalan keluarnya.
b. Kekurangannya
1. Guru mempergunakan banyak waktu untuk mempersiapkannya.
2. Memerlukan fasilitas fisik lebih banyak.
3. Memerlukan lokasi waktu yang banyak.
c. Langkah-langkah mempergunakan metode ini:
1. Melihat tujuan dari bahan yang akan diajarkan.
2. Mempersiapkan bahan sesuai dengan tujuannya.
3. Mengatur waktu yang dibutuhkan.
4. Mempersiapkan bahan atau alat-alat yang dibutuhkan
http://www.dpagbi.com/DetailMajalah.asp?recID=53
1. Koperatif (CL, Cooperative Learning).
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk
sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan
tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan
memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih
dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas,
tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasisosialisasi
karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar
menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan
cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep,
menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar
kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5
orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi,
dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi…..
Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi,
membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan
pelaporan.(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
1. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian
atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata
kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi
yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret,
dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran
kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya
menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi.
Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan
dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi,
penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh),
questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan,
evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif
dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba,
mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi,
menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi
konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut),
authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran,
penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian
seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara).
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
1. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model
pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan
masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa,
untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus
dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana
nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal.
Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis),
interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis,
generalisasi, dan inkuiri
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
1. SAVI
Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar
haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri
adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on,
aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang
bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan, menyimak,
berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan penndepat, dan mennaggapi;
Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui
mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunbakan media
dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah
menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan
konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki,
mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah,
dan menerapkan.
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
1. Probing-prompting
Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru
menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali
sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan
engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa
memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan
demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.
Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan
menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus
berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran, setiap
saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi
sausana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mngurang kondisi
tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah,
suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga
suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban
siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia
telah berpartisipasi
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
1. Problem Terbuka (OE, Open Ended)
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran
yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan
solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan
menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasiinteraksi,
sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntuk unrtuk
berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi
dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjtynya siswa juda
diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Denga demikian
model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan
membentiuk pola piker, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.
Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik
(gunakan gambar, diagram, table), kembangkan peremasalahan sesuai dengan
kemampuan berpikir siswa, kaitakkan dengan materui selanjutnya, siapkan
rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri).
Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran,
perhatikan dan catat reson siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat
kesimpulan.
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
1. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)
Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di
Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan
melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta,
konsep, prinsip, algoritma, aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan
persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui
proses dalam dunia rasio, pengemabngan mateastika).
Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas
(kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal daam konteks
melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi
antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan
bimbingan (dari guru dalam penemuan).
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
1. TGT (Teams Games Tournament)
Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas
tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. SDetelah memperoleh tugas, setiap
kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan
dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar
kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi
permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut,
santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil
kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas.
Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa
pertemuan, atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian
raport. Sintaknya adalah sebagai berikut:
1. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok
materi dan \mekanisme kegiatan
2. Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati
4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi
dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang
levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu
adalah hasil kesewpakatan kelompok.
3. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal
yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu
terttentu (misal 3 menit). Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan
hasilnya diperik\sa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap
individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua
dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior, very good,
good, medium.
4. Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat
dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan
sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama,
begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang
sama.
5. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual,
berikan penghargaan kelompok dan individual.
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
50. Reciprocal Learning
Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran
harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat,
berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa
belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya,
representasi, hipotesis.
Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999) mengemukakan
cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok
mengerjakan LKSD-modul, membaca-merangkum.
(http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)
51. tari bambu
Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara
teratur. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan
pengalaman dan pengetahuan antar siswa. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa
berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa
lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama, siswa yang
berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan, siswa yang berdiri di ujung
salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya, dan kembali berbagai
informasi.
52. Kumon
Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep, ketrampilan, kerja
individual, dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. Sintaksnya adalah:
sajian konsep, latihan, tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai, jika
keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi, lima kali salah
guru membimbing.
53. Quantum
Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestrasimfoni.
Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif,
partisipatif, dan saling menghargai. Prinsip quantum adalah semua berbicarabermakna,
semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami, tiap usaha siswa
diberi reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak, alamidengan
dunia realitas siswa, namai-buat generalisasi sampai konsep,
demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan Tanya jawablatihan-
rangkuman, dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramahsejuk-
nilai-harapan.
Rumus quantum fisika asdalah E = mc2, dengan E = energi yang diartikan
sukses, m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi), c = communication,
optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal.
54. DLPS (Double Loop Problem Solving)
DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah
dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya
masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanutnya
menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang
menyebabkan munculnya masalah tersebut.
Sintaknya adalah: identifkasi, deteksi kausal, solusi tentative,
pertimbangan solusi, analisis kausal, deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang
terpilih. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan
masalah awal, mengelompokkan gejala, menuliskan pernyataan masalah yang
telah direvisi, mengiduanentifikasui kausal, imoplementasi solusi, identifikasi
kausal utama, menemukan pilihan solusi utama, dan implementasi solusi utama.
55. IOC (Inside Outside Circle)
IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan
lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993) di mana siswa saling membagi informasi
pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan
teratur. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil
menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke
dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang
berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di
depannya, dan seterusnya
DAFTAR PUSTAKA
1. N.K. Roestiyah. 1991 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Rineka Cipta
2. Sudjana, Nana. 1989 . Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru.
3. Yamin, Martinis.2003.MetodePembelajaran yang Berhasil. Jakarta:Sasana Mitra
Suksesa.
4. Tim D II PGSD. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta : UNS Perss.
5. Gulo ,W . 2002 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Grasindo.
6. Karo – Karo, Ulihbukit . 1981 .Metodologi Pengajaran.Salatiga:CV Saudara.
7. http://www.dpagbi.com/DetailMajalah.asp?recID=53
8. http://www.suparlan.com/pages/posts/metode-metode-mengajar-berdasarkanklasifikasi-
empat-model-pelaksanaan-pembelajaran107.php
9. (http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metodepembelajaran.
html)
10. (http://sutisna.com/pendidikan/strategi-belajar-mengajar/macam-macam-metodemengajar/)
11. (http://yadirosadi.co.cc/macam-macam-metode-pembelajaran)

0 komentar:

Posting Komentar

Bagi yang ingin komentar silahkan !!